Tampilkan postingan dengan label Green Building. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Green Building. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Oktober 2020

Mengerti Desain Arsitektur Green Building

arsimedia.com - Memahami rancangan Arsitektur Green Building.
Sebagai seorang arsitek pasti sungguh familiar dengan ungkapan arsitektur green building, yang akan mulai dipelajari ketika berada di perkuliahan Arsitektur.

Untuk mampu mengerti apa itu arsitektur green building, sebetulnya ada beberapa poin penting yang harus terpenuhi dalam hasil final sebuah desain.

Berikut ini adalah beberapa poin penting yang terdapat pada arsitektur green building,

Hemat Energi

Poin pertama ialah suatu bangunan yang di desain haruslah ekonomis energi, yang dapat terwujud dengan meminimalisir konsumsi energi listrik.

Seperti mengurangi pengguna pencahayaan buatan atau penghawaan bikinan seperti AC dan sebagainya.

Adapun hal lain mirip penyeleksian warna dan material bangunan yang mendukung dalam hal irit energi dapat di sesuaikan.

Memanfaatkan sumber daya alami

Poin kedua adalah dengan mempergunakan sumber energi dari alam secara optimal, hal ini dapat dilakukan dengan mempergunakan pencahayaan dari sinar matahari dan penghawaan alami.

Sehingga di dalam bangunan pada siang hari sudah cukup cahaya yang masuk, serta pergantian udara dalam bangunan dibentuk menjadi mampu selalu berganti dengan baik.

Menyesuaikan kondisi site

Poin yang berikutnya untuk mampu mewujudkan arsitektur green building ialah, sebuah bangunan mesti menyesuaikan kondisi site yang ada, mirip luas bangunan, orientasi atau arah bangunan.

Hal terkait menyesuaikan keadaan site ini sebenarnya juga telah di atur oleh pemerintah kawasan setempat, yang diantaranya adalah adanya batas-batas presentase antara luas site dan luas bangunan yang di ijinkan, yang akan berbeda untuk setiap jenis bangunan dan juga akan berlawanan di setiap daerahnya.

Pengguna bangunan yang mengikuti prinsip arsitektur green building

Poin yang tidak kalah penting dalam terciptanya arsitektur green building yakni pengguna bangunan itu sendiri.

Karena seorang arsitek yang secara maksimal dalam merealisasikan sebuah rancangan arsitektur green building, cuma akan merealisasikan kondisi fisik bangunannya saja, sedangkan sikap penggunanya tetap berada di luar kewenangan arsitek tersebut.

Oleh alasannya itu, perlunya pemahaman perihal arsitektur green building juga harus dimiliki oleh pengguna dari bangunan tersebut, hal ini juga menjadi tugas dari arsitek untuk menjelaskannya.

Maintenance bangunan yang bagus

Hal ini berafiliasi dengan pengelolaan limbah pada suatu banguanan. Poin ini sungguh penting sebab ini lah yang bekerjasama langsung dengan lingkungan sekitar.

Apabila di persiapkan dengan baik oleh arsiteknya, serta dilakukan dengan maksimal oleh penggunanya, maka akan terwujud sebuah bangunan yang ramah lingkungan.

Itulah beberapa poin penting untuk memahami desain Arsitektur Green Building. Semoga mampu menolong.

Baca Juga


Sumber https://www.arsimedia.com/

Mengetahui Tujuan Dari Arsitektur Green Building

arsimedia.com - Memahami Tujuan dari Arsitektur Green Building.
Setelah sebelumnya kita membahas ihwal mengerti apa itu rancangan arsitektur green building, kini kita coba untuk memahami tujuan yang bekerjsama dari arsitektur green building. 

Untuk mulai mengetahui tujuan dari rancangan Arsitektur Green Building, akan di awali dengan keperluan kita selaku insan ialah akan senantiasa membutuhkan ruang.

Manusia selalu butuh ruang

Pembahasannya akan dimulai dari logika sederhana saja yaitu, insan selalu butuh ruang, coba bayangkan apapun acara yang dijalankan oleh insan niscaya membutuhkan ruang, dimulai dari rumah untuk tinggal, sekolah untuk mencar ilmu, kantor untuk bekerja, pasar / mall untuk belanja, dan banyak lain sebagainya.

Apabila tidak ada keseimbangan antara ketika kita memakai ruang dari alam ini dan saat kita berusaha mempertahankan kelestarian alam, pasti akan berdampak jelek pada alam ini.

Nah dari situlah tercipta rancangan rancangan arsitektur green building atau arsitektur hijau, yang maksudnya kurang lebih yakni sebagai berikut.

Menciptakan bangunan yang hemat energi

Tujuan pertama adalah menciptakan bangunan yang ekonomis energi, dengan berbagai cara atau ide dari arsiteknya.

Sebagai contoh adalah, mempergunakan sumber cahaya matahari secara maksimal, atau menciptakan suatu bangunan dengan ventilasi yang bagus, sehingga akan mengurangi penggunaan penghawaan dan pencahayaan produksi.

Menerapkan sistem pengolahan limbah yang baik

Tujuan kedua ialah mampu menciptakan suatu bangunan dengan sistem pembuatan limbah yang baik, sehingga lingkungan sekitar bangunan tidak tercemar, dan untuk merealisasikan hal ini, menurut saya ada beberapa tahap yaitu,
  1. Tahap pertama yaitu ketika penyusunan rencana, yang dimulai dari menciptakan konsep, sampai menentukan metode pembuatan limbah yang sesuai dengan bangunan yang direncanakan.
  2. Tahap kedua yakni tahap pengawasan, yang dimana pengawasan ini dimulai ketika bangunan yang direncanakan mulai dipakai hingga seterusnya.
  3. Tahap ketiga ialah tahap perbaikan, nah ini dijalankan apabila suatu bangunan terbukti melaksanakan pencemaran lingkungan yang diakibatkan dari pembuangan limbahnya.

Menjadikan pengguna bangunan mengerti green building

Tujuan selanjutnya dari terciptanya desain arsitektur green building adalah, menimbulkan pengguna bangunan yang mengetahui akan pentingnya membentuk green building,

Karena pengguna yakni faktor yang penting dari suatu bangunan, alasannya adalah terjadinya kesalahan dalam, misal pembuangan limbah mampu disebabkan oleh pengguna bangunan tersebut.

Menjaga ekosistem alam ini

Tujuan berikutnya dari kosep green building ialah menjaga ekosistem alam ini, alasannya adalah pasti sungguh penting biar ekosistem alam ini tidak rusak, supaya semua makhluk hidup di dunia ini tetap mampu menikmati kesejukan dan kesegaran serta kebersihan dari alam kita tercinta.

Yang bisa mewujudkan semua tujuan dari rancangan arsitektur green building ialah kita semua, dimulai dari arsiteknya, ownernya, pengguna bangunannya, hinnga pengunjung bangunan, untuk bangunan publik yang mempunyai pengunjung tiap harinya.

Itulah sedikit pembahasan ihwal tujuan dari arsitektur green building, terima kasih telah membaca, agar berfaedah.

Baca Juga


Sumber https://www.arsimedia.com/

Minggu, 09 Agustus 2020

Memahami Sertifikasi Green Building Untuk Bangunan Di Indonesia

Bagi kau yang sedang mencar ilmu Arsitektur pasti mesti senantiasa berlatih menggambar hingga menerima hasil yang optimal, namun perlu diketahui bahwa yang namanya berguru tentu harus disertai dengan membaca.

Sebagai seorang yang sedang mencar ilmu Arsitektur, latihan menggambar akan meningkatkan skill mu, lalu dengan membaca wacana Arsitektur akan meningkatkan pemahamanmu, jadi keduanya mesti sebanding.

Berikut ini ada postingan menawan tentang Arsitektur yang bermanfaat untuk kau baca, yaitu postingan yang membahas perihal "Sertifikasi Green Building Untuk Bangunan di Indonesia".

Apa Itu Green Building ?

Green building bukanlah cuma gedung yang diberi cat hijau atau ditambah hiasan tumbuhan. Green building adalah gedung yang memadukan desain tata letak lahan yang baik, energi listrik yang efisien, penggunaan air yang ekonomis, kondisi ruangan yang nyaman, material gedung yang ramah lingkungan, serta sikap dalam membangun dan mengoperasikan gedung secara green.

Bangunan yang dikonsepkan green building, mesti sudah dimulai semenjak perencanaan, pembangunan dalam era konstruksi. Selain itu, green building termasuk mengenai waktu pengoperasian dan pemeliharaan selama kurun pemanfaatannya yang memakai sumber daya alam seminimal mungkin, pemanfaatan lahan dengan bijak, mengurangi dampak lingkungan serta menciptakan kualitas udara di dalam ruangan yang sehat dan nyaman.

Konsep green building akan menghemat konsumsi energi secara signifikan lewat beberapa sistem rancangan pasif dan desain aktif. Menggunakan desain green building tidak perlu mengorbankan ketentraman dan produktivitas akhir penghematan energi.

Green building tidak cuma ekonomis energi tapi juga ekonomis air, melestarikan sumberdaya alam, dan meningkatkan mutu udara serta pengelolaan sampah yang baik.

Dalam mengantisipasi krisis air bersih, dikembangkan rancangan penghematan pemakaian air (reduce) dengan produksi alat saniter yang irit air, penggunaan kembali air untuk aneka macam keperluan sekaligus (reuse), mendaur ulang buangan air bersih (recycle), dan pemanfaatan air hujan yang jatuh di atap bangunan (rain water harvesting).

Mengenal Sertifikasi Green building

Sertifikasi untuk green building di Indonesia dinamakan greenship. Secara umum ada 5 jenis sertifikasi bergantung pada cakupan areanya: bangunan gres, bangunan eksisting, ruang interior, kawasan, dan rumah. Untuk greenship rumah, Anda mampu memeriksa dan mensertifikasi sendiri melalui situs GBCI secara gratis. Adapun lainnya, membutuhkan santunan sertifikasi alasannya adalah cakupan yang lebih luas.
  • Greenship for New Building
  • Greenship for Existing Building
  • Greenship for Interior Space
  • Greenship for Neighborhood

Yang perlu diketahui sertifikasi green building, ada beberapa award yang mampu diklaim.
  1. Platinum, yaitu jikalau nilai sertifikasi bangunan Anda ialah 73% dari total poin.
  2. Gold, adalah bila nilai sertifikasi bangunan Anda ialah 57% dari total poin.
  3. Silver, adalah jika nilai sertifikasi bangunan Anda yakni 46% dari total poin.
  4. Bronze, ialah jikalau nilai sertifikasi bangunan Anda yaitu 35% dari total poin.

Seluruh persentase untuk berlaku semua jenis setifikasi di atas. Saran kami, dikala melakukan sertifikasi seharusnya persentasenya dinaikkan untuk menghalangi batalnya target award yang dapat diklaim dan turun menjadi level di bawahnya.

Bagaimana Cara Sertifikasi Green Building?

Sebelum memahami cara sertifikasi green building, sebaiknya mengenal dulu pihak-pihak yang berperan dalam sertifikasi green building yaitu selaku berikut.

1. Green Building Council Indonesia

GBCI ialah organisasi non-profit yang konsentrasi pada pembinaan dan training bidang greenship serta menginisiasi masyarakat untuk lebih mengerti green building.

2. PT Sertifikasi Bangunan Hijau

PT SBH yakni pihak yang melakukan sertifikasi greenship. Yang mengeluarkan sebuah gedung dan daerah layak atau tidak diberi sertifikat greenship adalah PT SBH.

3. Greenship Assosiates

Greenship Assosiates adalah green ambasador yang sudah tersertifikasi oleh GBCI sehingga dapat memberikan dengan benar perihal green building.

Pihak yang mampu menjadi Greenship Assosiates yakni semua orang yang memiliki visi green, dengan melakukan pembinaan terlebih dahulu oleh GBCI. Greenship Assosiates belum dapat melakukan sertifikasi greenship.

4. Greenship Professional

Greenship professional yaitu personal yang sudah lebih lanjut tersertifikasi oleh GBCI sehabis sudah tersertifikasi Greenship Assosiates. Seorang greenship professional mempunyai keahlian multidisiplin untuk membantu mengkalkulasikan perolehan nilai dan mengarahkan dalam proyek bangunan berwawasan green dari perancangan sampai commissioning.

Pihak GA mesti berlatar teknik supaya mampu menyampaikan desain green building lebih menyeluruh dan detail. Hanya seorang greenship assosiates yang boleh menghitung dan melakukan selesai assessment untuk disampaikan ke PT Sertifikasi Bangunan Hijau.

Kaprikornus, jikalau Anda ingin menerima sertifikasi greenship, kontaklah greenship assosiates. Kami adalah salah satu partner yang tersertifikasi greenship professional.

5. Konsultan Green building

Konsultan green building yaitu konsultan yang paling mengenali seluruh faktor ihwal green building. Biasanya konsultan ini mengandung greenship professional. Perusahaan konsultan green building umumnya dapat menolong mendesain dan merancang gedung yang tersertifikasi greenship.

Adapun konsultan perorangan, umumnya akan mempunyai keutamaan khusus sekaligus mempunyai sertifikat greenship professional.

Lima pihak ini akan terlibat dalam sertifikasi green building. Setelah Anda juga mengetahui ada beberapa bagian gedung dan daerah yang dapat disertifikasi, Anda perlu melengkapi seluruh administrasi dan patokan.

Itulah pembahasan ihwal Memahami Sertifikasi Green Building Untuk Bangunan di Indonesia, supaya bermanfaat untuk kau yang sedang berguru Arsitektur.
Sumber: bangunanhijau

Baca Juga


Sumber https://www.arsimedia.com/